Tentang Yokohama

Yokohama, merupakan kota pelabuhan pertama yang diperkenalkan ke dunia sebagai pintu masuk ke Jepang. Sejak pelabuhannya dibuka, Yokohama dengan giat mengakuisisi budaya dan informasi baru dari negara-negara asing dan mengenalkan kepada Jepang hal-hal yang pertama kali dilakukan negara kamu mulai dari makanan hingga berbagai budaya, yang membuat Yokohama layak disebut sebagai tempat kelahiran budaya modern Jepang. Yokohama, yang disebut sebagai “Hamakko” dalam bahasa Jepang, sangat ceria saat menikmati hidup dan mau mengadopsi apa pun yang baik. Tradisi “Hamakko” tersebut yang telah lama tertanam telah digabungkan ke dalam bentang jalan yang modis dan canggih ini.

Sekilas Tentang Yokohama

Sekilas Tentang Yokohama

Yokohama terletak di pusat Jepang, di sepanjang garis pantai Samudra Pasifik Jepang, dan merupakan satu dari 15 kota yang ditunjuk oleh Pemerintah Jepang. Dengan total populasi Yokohama yaitu 3,7 juta orang, menjadikan kota ini sebagai kota terbesar kedua setelah 23 distrik Tokyo. Sejumlah perusahaan asing telah mendirikan cabang mereka di Yokohama dengan memanfaatkan Pelabuhan Yokohama yang merupakan pelabuhan perdagangan internasional. Yokohama merupakan kota impian bagi setiap orang Jepang dan juga warga setempat yang sangat bangga tinggal di sini karena bukan hanya sangat terkenal sebagai kiblat wisata bagi turis,tetapi juga memiliki setiap fungsi perkotaan termasuk, tetapi tidak terbatas pada, bisnis dan budaya.

Tempat Wisata ​​Yokohama

Stasiun Yokohama

Stasiun Yokohama

Banyak hotel dan swalayan berada di area ini, terutama di sebelah barat sekitar mega terminal tempat banyak jalur kereta bawah tanah dan kereta api terhubung. Pengunjung dapat dengan mudah mengakses berbagai toko makanan dan butik merek busana populer.

Lihat yang Perlu dilakukan di Stasiun Yokohama

Minato Mirai 21

Minato Mirai 21

Di sini Anda dapat menemukan tempat wisata populer di Yokohama. Yokohama Landmark Tower, gedung pencakar langit setinggi 296 meter beserta komplek perbelanjaan. Gudang Bata Merah Yokohama, bangunan kompleks tempat Anda bisa menikmati berbelanja dan bersantap segala jenis makanan dan, fasilitas hiburan yang menawarkan hiburan siang dan malam, yang cukup banyak bila disebutkan. Akses berjalan kaki yang mudah dari satu tempat ke tempat lain membuatnya populer.

Lihat yang Perlu dilakukan di Area Minato Mirai 21

Taman Yamashita, Kannai

Taman Yamashita, Kannai

Merupakan salah satu area yang paling populer dan paling disukai di Yokohama tempat Anda dapat merasakan suasana dan sejarah kota pelabuhan ini. Sejumlah arsitektur bersejarah antik bergaya barat yang merupakan simbol budaya Yokohama, restoran dengan tradisi yang panjang, dan hotel berkelas membuat area tersebut menjadi unik.

Lihat yang Perlu dilakukan di Area taman Yamashita, Kannnai

Pecinan Yokohama

Pecinan Yokohama

Di antara Pecinan yang tak terhitung jumlahnya di seluruh dunia, Pecinan Yokohama merupakan salah satu yang terbesar dan terbaik dengan sekitar 500 restoran Cina, toko kelontong Cina dan banyak toko lainnya berdiri berdampingan di jalanan. Tahun di sekitar jalan-jalan ramai membuktikan kegembiraan kota yang menyenangkan.

Lihat yang Perlu dilakukan di Area Pecinan

Motomachi, Yamate

Motomachi, Yamate

Menjadi kota pelopor tren dari merek busana lokal, Motomachi mewakili Yokohama sebagai kawasan berorientasi busana. Kawasan hunian klasik di Yamate tempat orang asing pertama kali menetap saat pelabuhan dibuka, merupakan tempat yang wajib dilihat.

Lihat yang Perlu dilakukan di Area Motomachi, Yamate

Honmoku, Negishi

Honmoku, Negishi

Meski pembangunan kembali kota telah mengubah bentang alam, di sini Anda masih dapat merasakan atmosfer Amerika di suatu wilayah yang pernah digunakan sebagai pangkalan militer AS. Kunjungan ke Sankeien, taman Jepang dengan arsitektur bersejarah tempat Anda dapat menikmati perubahan musiman dalam pemandangan, juga dianjurkan.

Lihat yang Perlu dilakukan di Area Honmoku, Negishi

Kemajuan & Sejarah Yokohama

Kemajuan & Sejarah Yokohama

Dengan populasi hanya 600 jiwa, desa kecil Yokohama mulai dikenal luas di negaranya sendiri dan dunia, ketika pelabuhannya pertama kali dibuka pada tahun 1859. Sejak saat itu, Yokohama telah memegang fungsi bisnisnya sebagai kota perdagangan modern, yang mengejar ekspor sutra dan teh Jepang. Gempa Besar Kanto pada tanggal 1 September 1923 benar-benar menghancurkan Yokohama. Namun demikian, kondisi awalnya sebagian besar dipulihkan sekitar tahun 1929 melalui upaya tulus yang dilakukan oleh warga. Setelah tahun 1931, Yokohama mengarahkan targetnya untuk menjadi kota industri kimia berat yang berkembang dari kota perdagangan komersial yang sukses sebagai hasil reklamasi garis pantai, yang pada akhirnya berkembang menjadi Kawasan Industri Keihin. Pengeboman menerjang Yokohama pada 29 Mei 1945, tepat sebelum akhir Perang Dunia II, yang membakar 42% kota tersebut. Akibat adanya rekuisisi 90% fasilitas pelabuhan dan 27% kota oleh Sekutu setelah perang, rekonstruksi dan penyesuaian Yokohaman turun secara signifikan dibandingkan dengan kota-kota lain. Namun, saat Jepang memasuki usia pertumbuhan ekonomi yang tinggi, Yokohama mulai memajukan pembangunan kota dan mengalami pertumbuhan populasi yang cepat. Pada tahun 1989, Yokohama merayakan ulang tahun ke-100 dimulainya Pemerintahan Kota dan Pameran Yokohama (YES '89) berlangsung. Saat kami menandai tonggak penting di tahun 2009 untuk memperingati 150 tahun Pembukaan Pelabuhan Yokohama dan juga Peringatan 120 Tahun Pemerintahan Kota, Yokohama akan terus menciptakan sebuah kota yang penuh dengan mimpi dan harapan sambil mengirimkan pesan yang positif ke dunia.

Budaya Yokohama

Budaya Yokohama

Yokohama merupakan kota seni dan budaya tempat nilai dan daya tarik kota yang baru terus dihasilkan melalui kreativitas yang dihasilkan oleh seni dan budaya tersebut. Yang istimewa dari Yokohama adalah keberhasilannya dalam berkolaborasi dengan gaya berbagai periode dalam sejarah yang dicontohkan dengan baik, bukan hanya di museum internasional atau objek unik yang bertempat di taman yang secara alami digabungkan dengan pemandangan kota pelabuhan, tetapi juga upaya untuk menghormati dan melestarikan seni populer Jepang tradisional. Kami terus berupaya menyediakan berbagai kesempatan kepada seniman dan pencipta untuk pentas mereka dengan membangun dan memperkuat fasilitas budaya seperti museum, aula musik klasik, atau teater Noh (drama-tari topeng tradisional Jepang), dan memanfaatkan sumber daya lokal gudang dan bangunan bersejarah, yang akan kami percayai juga membawa revitalisasi ekonomi ke kota kami.

Cuaca Yokohama

Data tentang cuaca Yokohama

Terletak di tengah-tengah Kepulauan Jepang di Pantai Pasifik, Yokohama memiliki iklim yang relatif sejuk. Suhu rata-rata di Yokohama yaitu16 derajat celcius dengan cuaca yang menyenangkan di musim semi dan musim gugur, suhu tinggi dan kelembapan tinggi di musim panas, dan iklim yang sejuk, serta lebih sedikit salju di musim dingin.

suhu Foto gambar

Data tentang cuaca Yokohama

Suhu rata-rata, curah hujan bulanan total

Sejarah Yokohama

Sebelum Pembukaan Pelabuhan

Menurut dokumen, Yokohama berasal dari abad ke-11. Keluarga Kanmu Heishi dikatakan berasal dari Yokohama. Yokohama diperintah oleh keturunan Yoshibumi Taira, dan pemerintahan ini berlanjut hingga abad ke-16.
Pada abad ke-12, era Kamakura, Yokohama berkembang, dan Kuil Shomyoji dan Kanazawa Bunko dibangun di Kanazawa oleh Hojo. Pada saat bersamaan, di Kozukue, penanaman padi telah dilakukan oleh Yasutsuna Sasaki.
Setelah ini, selama era Edo, sebagian besar Yokohama berada di bawah kendali langsung pemerintah feodal kecuali klan Mutsuura di Kanazawa yang berada di bawah kendali penguasa feodal.
Pada tahun 1601 Kanagawa dan Hodogaya, dan pada tahun 1604 Totsuka menjadi stasiun pos di Rute Tokaido. Pada awal abad ke-19, karena populasi meningkat Kanagawa menjadi sama pentingnya seperti kota Odawara (kota kastil).

Pembukaan Pelabuhan

Pada tahun 1854 (Tahun Ansei 1), Perjanjian Perdamaian dan Amina Jepang-AS (Perjanjian Kanagawa) ditandatangani oleh perwakilan, Mr. Hayashi Daigaku dan Mr. Commodore Perry dari Jepang dan Amerika Serikat. Pada tahun 1858 (Ansei 5), Perjanjian Amina dan Perdagangan Jepang-AS ditandatangani oleh Konsul Jenderal Harris, diikuti oleh perjanjian dengan Belanda, Rusia, Inggris, dan Prancis. Pembukaan pelabuhan direncanakan pada 1 Juli 1859 (2 Juni tahun Ansei 6 dalam kalender lunar).
Pemerintahan feodal membangun zona penduduk asing di tahun ini dan juga zona penduduk Jepang. Zona Jepang dibagi menjadi lima distrik yang disebut Yokohama-cho, yang diperintah oleh negarawan senior Pemerintah Shogun (sotoshiyori) dan setiap distrik dikendalikan oleh seorang pejabat lokal (nanushi).

Pengenalan Tentang Pemerintah Kota

Pada tanggal 1 April 1889, Pemerintah Kota didirikan. Wilayah yang terkendali terbatas pada area kecil di Naka-ku sekarang, kecuali Honmoku dan Negishi, tetapi populasinya sudah mencapai 121.985 jiwa dan jumlah rumah yaitu 27.209 (pada tahun 1889).

Kota Perdagangan Modern

Setelah pelabuhan dibuka, sutra mentah, teh, dan produk laut diekspor dari Yokohama dan produk sutra dan wol diimpor. Pedagang di Yokohama mendirikan perusahaan perdagangan sutra pada tahun 1873, dan pada tahun 1881 sebuah rumah induk sutera didirikan, sehingga berinisiatif untuk memperluas perdagangan sutra. Di awal era Meiji Tahun ke-20, 1887, sebuah layanan air prefektur diperkenalkan, dan lampu penerangan pertama di Yokohama dinyalakan oleh Yokohama Public Electric Company pada tahun 1890. Pada tahun 1891, Rumah Sakit Juzen dan pada tahun berikutnya, perusahaan gas dan perusahaan penerbitan surat kabar berada di bawah pengelolaan kota, yang akan membangun infrastruktur dasar Yokohama.

Gempa Besar Kanto

Gempa Besar Kanto pada tanggal 1 September 1923 benar-benar menghancurkan Yokohama, yang mengubah Yokohama menjadi lautan api. Gempa tersebut menewaskan 20.000 jiwa, dan 60.000 rumah hancur, yang melumpuhkan Yokohama. Namun, berkat daya tahan dan upaya keras warganya, Yokohama hampir pulih seluruhnya pada tahun 1929 (Showa 4).

Pengenalan Tentang Sistem Lingkungan

Dua ekspansi pertama pengawasan pemerintah kota terjadi pada tahun 1901 (Meiji 34) dan 1902 (Meiji 44), dan yang ketiga pada tahun 1927 (Showa 2), diikuti Tsurumi dan Hodogaya-cho, dsb. Pada bulan Oktober di tahun yang sama, sistem distrik diperkenalkan, dan Yokohama terbagi menjadi lima distrik; Naka-ku, Isogo-ku, Kanagawa-ku, Hodogaya-ku, dan Tsurumi-ku. Pada tahun 1936 (Showa 11), ekspansi keempat berlangsung, yang ke-5 di tahun berikutnya. Pada tahun 1939 (Showa 14), ekspansi keenam berlangsung termasuk Kohoku dan Totsuka. Setelah ekspansi lebih lanjut, tambahan tiga distrik; Minami, Nishi dan Kanazawa dimasukkan, yang totalnya menjadi 10 distrik. Pada tahun 1969 (Showa 44), Konan, Asahi, Midori, dan Seya dimasukkan, yang totalnya menjadi 14 distrik, dan pada tahun 1985 (Showa 61), Sakae dan Izumi ditambahkan, sehingga menjadi 16 distrik. Akhirnya pada bulan November 1994 (Heisei 6), Aoba-ku dan Tsuzuki-ku dibuat, sehingga totalnya saat ini menjadi 18 distrik.

Mulai dari Kota Perdagangan Komersial Sampai Kota Industri

Muara Sungai Tsurumi direklamasi pada tahun 1931 (Showa 6), lalu bagian dari garis pantai direklamasi dan diubah menjadi Sabuk Industri Keihin. Sejak dibukanya pelabuhan, Yokohama berkembang menjadi kota perdagangan komersial dan industrialisasi yang selanjutnya industri bahan kimia berat.

Pengeboman Yokohama

Pada tahun 1945 (Showa 20), pengeboman yang dilakukan oleh Amerika Serikat menjadi lebih intensif dan seluruh kota Yokohama dibumihanguskan dengan pengeboman yang berulang kali. Khususnya dalam serangan udara pada tanggal 29 Mei, total 14.157 jiwa meninggal, terluka atau hilang, 79.017 buah rumah hancur, dan 42 persen wilayah kota dibakar sampai luluh lantak.

Keterlambatan Rekonstruksi Pascaperang

Setelah kekalahan Jepang pada 15 Agustus 1945, 90 persen fasilitas pelabuhan dan 27 persen kota diambil alih oleh pasukan sekutu. Akibat adanya rekuisisi ini, penyesuaian dan pemulihan Yokohama tertinggal oleh kota-kota lain. Namun, pada tahun 1951 (Showa 26), Jepang mendapatkan kembali kemerdekaan setelah perjanjian damai ditandatangani. Pada tanggal 1 Juni 1951 (Showa 26) administrasi Yokohama dipindahkan ke kota dari pemerintah nasional. Selanjutnya, pada tahun 1952 (Showa 27), perjuangan warga akhirnya terbayarkan ketika Dermaga Osanbashi dilepaskan dari rekuisisi dan dikembalikan ke Jepang.